KLINIK KAKI ONLINE

Stimulasi Berdiri dan Berjalan Pada Anak

Spread the love

Menarik diri untuk berdiri dan kemudian mengambil langkah berikutnya untuk berjalan (permainan kata-kata!) Adalah pencapaian penting dalam kehidupan bayi Anda. Bayi Anda perlu mengoordinasikan hampir semua kelompok otot utamanya sekaligus, dari lengan ke punggung, ke tungkai dan kakinya. Latihan penguatan otot yang hebat, berdiri adalah langkah pertama untuk mengambil langkah pertama yang sangat penting itu.

Berdiri dan berjalan sangat penting bagi perkembangan motorik anak. Mendorong bayi Anda untuk berdiri lebih dari sekadar mengajari tahapan perkembangan motorik anak. Berdiri merangsang otak dengan memberikan perubahan pada lingkungannya, jadi tawarkan juga stimulasi mental. Dengan melihat sesuatu dari tingkat yang berbeda, mereka didorong untuk belajar.

Bayi umumnya mulai menarik diri untuk berdiri sekitar usia 9 hingga 12 bulan. Mereka akan menggunakan apa saja yang bisa mereka genggam dengan kuat untuk membantunya, baik itu sofa, kursi, atau kaki Anda yang tertutup celana jeans. Namun, seperti semua pencapaian lainnya, jendela ini terbuka untuk berubah.

Untuk beberapa bayi, berdiri tidak akan datang sampai nanti, dan beberapa dorongan lembut mungkin diperlukan. Cobalah untuk tidak merasa khawatir tentang penundaan berdiri, dan sebaliknya berikan banyak kesempatan yang menyenangkan, aman dan mendukung untuk berlatih. Akhirnya mereka akan mendapatkannya dan tidak ada yang bisa menghentikan mereka.

Stimulasi berdiri dan berjalan Pada Anak

Agar bayi Anda bisa berdiri – apalagi berjalan – mereka harus memiliki kekuatan otot yang cukup di kaki, pinggul dan bagian tengahnya. Kekuatan ini akan datang dari berguling, duduk, dan merangkak, jadi cobalah mendorong aktivitas ini sesering mungkin.

  1. Mulailah lebih awal  Saat diangkat tegak, sebagian besar bayi akan mulai menopang diri dengan kaki mereka dari sekitar empat hingga lima bulan. Kebanyakan juga akan menekuk lutut dan sedikit memantul ke atas dan ke bawah. Kegiatan berdiri tahap awal ini membiasakan bayi Anda berdiri di atas kaki mereka, dan dapat mulai membangun otot di kaki dan pinggul.
  2. Letakkan mainan di kursi dan meja yang bisa dijangkau  Mengambil mainan bayi Anda dari posisi dasar biasanya dan meletakkannya di permukaan yang terjangkau akan mendorongnya untuk bergerak ke atas dan ke bawah. Jika mereka kesulitan menarik diri, tawarkan bantuan dengan meletakkan tangan Anda di pinggul atau dengan meletakkan tangan di bawah pantat.
  3. Pindahkan benda bergerak  Jika kursi Anda ringan dan mudah roboh, jauhkan dari bayi Anda dan gantilah dengan barang yang kokoh dan tidak dapat dipindahkan yang dapat mereka tarik. Jika mereka menarik diri hanya untuk menarik kursi ke atas dirinya, hal itu dapat membuat mereka takut dan mencegah mereka untuk mencoba lagi.
  4. Duduk di Bangku: Ketika anak Anda sudah bisa duduk tanpa bantuan, minta dia duduk di bangku berukuran bayi sehingga punggungnya tidak memiliki penyangga. Pastikan ada orang dewasa di dekat Anda untuk membantu dan demi keamanan! Kakinya harus menyentuh lantai sehingga dia bisa mendorongnya, dengan lutut dan pinggul membentuk sudut 90 derajat. Saat dia dalam posisi ini, minta dia untuk meraih dan mengambil mainan di lantai dan kemudian duduk kembali di bangku. Gerakkan mainan untuk meningkatkan jangkauan dan memperkuat otot yang berbeda. Latihan ini memperkuat otot kaki, punggung, dan bahu bayi Anda. Ini juga membantu mempersiapkan bayi Anda untuk memosisikan kakinya tepat di bawah tubuhnya untuk menopang berat badannya.
  5. Cruising: Bayi bisa berlatih berjalan dengan “cruising” bolak-balik di samping sofa atau bangku pendek. Tempatkan anak Anda di samping sofa dan biarkan dia memegang dengan satu tangan saat Anda memegang tangannya yang lain untuk keseimbangan. Perlahan bergerak maju mundur di sepanjang furnitur dan berlatih berjalan. Segera dia akan melepaskan tangan Anda untuk mempraktikkan aktivitasnya sendiri. Jika dia membutuhkan insentif, Anda dapat meletakkan mainan favoritnya di salah satu ujung sofa untuk dia jalani.
  6. Cruise and Kick (Pelayaran dan Tendangan) : Saat bayi Anda memegang furnitur saat berlayar, letakkan bola busa di lantai di samping kakinya. Dia mungkin tidak sengaja menendang bola pada awalnya, tetapi saat Anda terus meletakkannya di dekat kakinya, dia akan mulai mengangkat satu kaki untuk menendang bola dengan sengaja. Letakkan bola di kedua sisi tubuhnya agar dia bisa berlatih menendang dengan kedua kakinya.
  7. Assisted Walking: Berdiri di belakang anak Anda, letakkan tangan Anda di sekitar lengan atasnya, dan tarik dia ke posisi berdiri. Tarik satu tangan ke depan dan kemudian tangan lainnya dengan lembut. Kakinya secara alami akan mengikuti saat dia memutar pinggulnya untuk melangkah. Teruslah berlatih berjalan sampai bayi Anda siap untuk berhenti.
  8. Mengamankan segalanya bagi anak  Gagasan yang sama tentang keamanan berlaku untuk sudut atau tepian yang dapat ditabrak bayi Anda. Lindungi kepala bayi dengan bantalan area yang bisa terasa sakit jika terbentur. Untuk mencegah terpeleset dan tersandung, ambil kertas apa pun di lantai atau majalah yang licin. Jika bayi Anda mengenakan kaus kaki agar kakinya tetap hangat, pilih kaus kaki antiselip atau kaus kaki antiselip.
  9. Berikan irama Bayi suka menyelaraskan gerakan mereka dengan musik, jadi mainkan beberapa lagu dan biarkan mereka menari. Musik membuat pantulan menjadi sangat menyenangkan dan pantulan menghasilkan otot kaki dan inti yang kuat. Manfaatkan energi dan menari mereka kapan pun Anda bisa.
  10. Mendorong penjelajahan  Waktu di lantai sangat penting untuk perkembangan dan, semakin banyak waktu yang dimiliki bayi Anda untuk menjelajahi dunianya dengan bebas, semakin besar kesempatan mereka untuk menemukan ketinggian dengan kecepatan dan cara mereka sendiri.
  11. Mendorong jelajah  Setelah bayi Anda terbiasa menarik dirinya untuk berdiri, mereka akan mulai menyusuri furnitur. Anda dapat mendorong aktivitas ini dengan meletakkan mainan di luar jangkauan. Jelajah jarak jauh meningkatkan stamina berdiri bayi Anda dan akan memperkuat otot pinggul dan paha. Seiring waktu mereka akan menjadi lebih stabil dengan beban di satu sisi dan lebih baik dalam memindahkan beban dari kaki ke kaki.
  12. Tawarkan dukungan yang tepat  Jika Anda adalah orang tua yang mengulurkan tangan untuk menopang bayi Anda di atas kaki mereka, maka Anda tidak sendiri. Kebanyakan orang tua percaya ini adalah cara yang baik untuk menawarkan dukungan saat belajar berdiri. Sayangnya, hal itu justru menyebabkan bayi Anda memiringkan tubuhnya ke depan. Jika Anda mencoba berjalan dengan mereka, Anda akan melihat mereka melangkah dengan cepat. Ini karena mereka kehilangan keseimbangan dan mencoba mengejar titik gravitasi mereka. Alih-alih mengulurkan tangan, fokuskan dukungan Anda pada belalainya. Ini akan membuat kaki mereka tetap kokoh di atas tanah, bukan dimiringkan, membantu membangun kekuatan otot dan tulang.
  13. Biarkan mereka tanpa alas kaki  Terapis pediatrik umumnya menganjurkan agar Anda menjaga bayi tanpa alas kaki sesering mungkin. Bayi mengandalkan ‘rasa’ untuk membimbing mereka, dan dengan merasakan tanah mereka dapat menyesuaikan keseimbangan berdiri sesuai kebutuhan. Permukaan yang berbeda membutuhkan penggunaan sendi, otot, dan postur yang berbeda, dan ketika bayi Anda tidak dapat merasakan melalui sepatunya, hal itu menghalangi proses pembelajaran ini. Doronglah untuk berjongkok, Jongkok adalah keterampilan yang sangat penting dan akan sangat mendukung bayi Anda untuk berdiri sendiri. Letakkan mainan di kakinya saat ditopang oleh sofa, dan dorong mereka untuk berjongkok dan mengambilnya. Gerakan naik turun akan membangun otot yang sangat baik di bagian pinggul dan paha.
  14. Bermain dengan orang lain  Bayi mudah dipengaruhi dan belajar paling baik dengan memperhatikan orang lain. Atur banyak teman bermain dengan bayi dan balita lain dan mereka akan segera memaksakan diri untuk mengikutinya. Jika mereka melihat bayi lain menarik untuk berdiri, bayi Anda

Материалы по теме:

Penanganan Terkini Paronikia Kronis
Penanganan Terkini Paronikia Kronis Audi Yudhasmara, Widodo Judarwanto
Terekomendasi :  Permasalahan Keterlambatan Berjalan Pada Anak
Paronikia atau cantengan adalah peradangan pada kulit di sekitar kuku , yang dapat terjadi secara tiba-tiba, yang biasanya ...
Kuboid
Kuboid Tulang berbentuk kubus adalah salah satu dari tujuh tulang tarsal yang terletak di sisi lateral (luar) kaki. Tulang ini berbentuk kubus dan menghubungkan kaki ...
Terapi Fisik dan Rehabilitasi medis Ruptur Tendon Achilles
  Patologi tendon Achilles termasuk ruptur dan tendonitis. Pecahnya tendon Achilles, gangguan total pada tendon, diamati paling sering pada pasien berusia 30-50 tahun yang tidak ...
Memastikan Kaki Sehat Pada Anak dan Cara Perawatannya
  Tips untuk Memastikan Kaki Anak Anda Sehat Saat balita masih belajar berjalan, biarkan mereka bertelanjang kaki atau hanya mengenakan kaus kaki. Sepatu akan ...
Terapi Terkini Kaki Terbakar (Burning Feet)
Sindrom kaki terbakar, juga dikenal sebagai sindrom Grierson-Gopalan, adalah kondisi medis yang menyebabkan rasa terbakar dan nyeri yang parah pada kaki, hiperestesia, dan perubahan ...
Terekomendasi :  Penanganan Nyeri Pada Tumit

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×

Powered by WhatsApp Chat

× KONSULTASI VIRTUAL MASALAH KAKI, klik di sini